Optimalkan Pemanfaatan Kotoran Kandang sebagai Kompos untuk Tanaman Kakao
syarif 27 Juli 2023 13:48:34 WIB
Salah Satu Program Kerja Mahasiswa Membangun Desa (MMD) dari Universitas Brawijaya menunjukkan dedikasi mereka dalam meningkatkan efisiensi pertanian kakao di desa Sumberbening. mereka telah berhasil melakukan inovasi yang menjanjikan dalam mendukung pertumbuhan tanaman kakao yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kakao adalah salah satu komoditas pertanian unggulan di Desa Sumberbening, dan permintaan akan produk kakao terus meningkat. Namun, para petani sering menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas tanah dan produktivitas tanaman, khususnya terkait dengan masalah pengelolaan limbah kotoran kandang. Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa MMD dari Universitas Brawijaya memutuskan untuk mengambil tindakan.
Dengan bimbingan dari dosen dan pakar pertanian, Mahasiswa melakukan penelitian dan pengujian berbagai teknik komposisi untuk mengubah kotoran kandang menjadi kompos berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan kesuburan tanah kakao. Mereka juga bekerja sama dengan para petani setempat untuk memahami tantangan yang mereka hadapi dan merancang solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.
Salah satu anggota MMD, Bela, mengungkapkan, "Kami sangat bersemangat untuk dapat berkontribusi pada pengembangan pertanian kakao di Desa Sumberbening. Kami percaya bahwa dengan memanfaatkan kotoran kandang sebagai kompos, kami dapat membantu petani meningkatkan hasil tanaman mereka dan secara bersamaan juga mengurangi dampak limbah pertanian."
Hasil dari penelitian mereka menunjukkan bahwa penggunaan kompos yang tepat dari kotoran kandang dapat meningkatkan kualitas tanah secara signifikan. Tanah yang diperkaya dengan kompos tersebut memiliki lebih banyak nutrisi yang tersedia untuk tanaman, meningkatkan pertumbuhan akar, dan mengurangi risiko erosi tanah. Selain itu, kompos ini juga membantu dalam menjaga kelembaban tanah dan mengurangi kebutuhan akan pupuk kimia, yang pada gilirannya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Bukan hanya itu, Mahasiswa juga mengadakan pelatihan langsung bagi petani setempat tentang penggunaan kompos kotoran kandang dan teknik pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan. Dengan dibantu dengan Bu Lely sebagai Penyuluh Pertanian Desa Sumberbening pelatihan berjalan dengan lancar dan para petani memahami bagaimana cara menggunakannya.
Proyek MMD dari Universitas Brawijaya ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam menghadapi masalah pertanian dan lingkungan saat ini. Dengan usaha yang terintegrasi dan berkelanjutan, diharapkan pertanian kakao di daerah ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak terlibat.
Komentar atas Optimalkan Pemanfaatan Kotoran Kandang sebagai Kompos untuk Tanaman Kakao
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- ACTION LEARNING PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN TRENGGALEK
- Sosialisasi Pembuatan Eco Enzyme Untuk Mewujudkan Desa Bersih
- Optimalkan Pemanfaatan Kotoran Kandang sebagai Kompos untuk Tanaman Kakao
- Lomba Apresiasi Kelompok Tani Kakao Berprestasi
- Penerimaan Mahasiswa MMD-1000D Universitas Brawijaya 2023
- INFOGRAFIS APBDES TAHUN ANGGARAN 2023
- INFOGRAFIS REALISASI APBDES TAHUN ANGGARAN 2022








